Barulak, 5 Agustus 2025 – Koperasi Desa Merah Putih kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang ada di Nagari Barulak dengan meluncurkan program usaha baru Pengelolaan Sampah Rumah Tangga yang akan dikelola oleh Pengurus Koperasi Desa Merah Putih.
Rapat yang dihadiri oleh pengurus koperasi, perwakilan pemerintah Nagari, dan puluhan anggota koperasi ini membahas pengembangan unit-unit usaha yang berkelanjutan, termasuk pengelolaan sampah rumah tangga menjadi barang bernilai jual seperti kompos, kerajinan tangan, dan bahan daur ulang lainnya.
Ketua Koperasi, Bapak Geri, menyampaikan bahwa program ini diharapkan tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
“Kami ingin Koperasi Desa Merah Putih menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang tidak hanya mencari keuntungan, tetapi juga peduli terhadap lingkungan dan sosial,” ujarnya dalam sambutan.
Program ini akan dikelola oleh unit usaha koperasi yang melibatkan masyarakat, terutama ibu-ibu rumah tangga dan pemuda desa. Selain itu, koperasi juga menjalin kerja sama dengan dinas lingkungan hidup dan pelaku usaha lokal sebagai mitra strategis.
Wali Nagari Barulak, Bapak Azisman Dt. Sati Nan Panjang, memberikan apresiasi atas inisiatif koperasi dan berharap seluruh elemen masyarakat dapat mendukung program ini secara aktif.
Sebagai tindak lanjut, koperasi akan melakukan pelatihan pengelolaan sampah dan kewirausahaan kepada anggota dalam beberapa minggu kedepan, serta membuka pendaftaran bagi warga yang ingin bergabung sebagai mitra produksi.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa koperasi desa bukan sekadar wadah simpan pinjam, melainkan lembaga yang mampu berinovasi dan berkontribusi nyata dalam pembangunan ekonomi dan lingkungan di tingkat lokal.
Dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Nagari Barulak, Koperasi Desa Merah Putih dalam jangka panjang juga akan meluncurkan program kerja pengembangan usaha sapi potong yang melibatkan langsung para anggota koperasi dan warga setempat. Program ini menjadi bagian dari strategi koperasi untuk memanfaatkan potensi sumber daya lokal sekaligus memenuhi kebutuhan daging sapi di wilayah sekitar.
Ketua Koperasi, Bapak Geri, menjelaskan bahwa usaha peternakan sapi potong dipilih karena memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan, serta relatif sesuai dengan karakteristik lahan dan keterampilan warga nagari.